Pernahkah anda mengalami suatu kejadian dimana orang terdekat anda mengalami kecelakaan dengan anda yang berada di dekatnya? Jika iya, lalu apa yang anda lakukan untuk menolongnya? Apakah anda melakukan sebuah pertolongan medis sederhana atau bahkan panik dan mencari bala bantuan? Tak ayal, opsi kedua merupakan cara yang selalu dipakai oleh setiap orang ketika mendapati sebuah kejadian tersebut. Namun, bagaimana jadinya jika kecelakaan tersebut terjadi di tempat yang sangat jauh dari pemukiman penduduk dan keramaian? Tentunya tak ada jalan lain selain membantu korban dengan memberikan pertolongan pertama untuk meminimalisir resiko cedera parah pada korban tersebut.

Memiliki pengetahuan yang kurang mengenai dunia medis bukanlah alasan bagi anda untuk tidak membantu orang-orang terutama ketika mendapati peristiwa seperti di atas. Pertolongan pertama akan menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun, tak serta merta dapat anda artikan sebagai pengobatan atau penanganan sesuai dengan medis yang optimla. Hal ini dikarenakan pertolongan pertama dapat dilakukan oleh orang awam sekalipun walaupun tidak berlatar belakang sebagai ahli medis.

Sesuai dengan namanya, pertolongan pertama haruslah dilakukan dengan cepat dan tepat. Tindakan ini akan mengurangi resiko cacat, cedera bahkan menyelamatkan korban dari kematian. Tetapi jika tidak dilakukan dengan benar, tindakan ini akan memperburuk bahkan mengakibatkan kematian. Oleh karena itu, anda perlu mengetahui bagaimana langkah-langkah pertolongan pertama yang tepat dalam beberapa kejadian yang paling sering ditemui di bawah ini :

Teknik pertolongan pertama

1. Gigitan Ular Berbisa
Yang perlu anda lakukan adalah :
1. Buatlah korban gigitan ular dalam keadaan yang tenang
2. Pasang Torniquet ½ ketat (denyut nadi dibawah luka masih teraba), khusus ular kobra ikatan harus ketat.
3. Bila gigitan terjadi tidak lebih dari jangka 30 menit, maka usahakan untuk mengeluarkan darah di sekitar bekas taring dengan mengiris silang sepanjang 1,5 cm. Diisap dengan mulut dengan catatan tidak ada luka dimulut.

2. Epilepsi
Yang perlu anda lakukan adalah :
1. Jauhkan penderita epilepsi dari benda-benda tajam dan berbahaya
2. Antisipasi dengan baik. Jangan memberi minuman meskipun ia mengeluh haus serta jangan menyiramnya dengan air
3. Setelah kejang selesai bersihkan mulut, dan letakan penderita pada posisi miring
4. Jika penderita adalah anak-anak maka dapat diberi stesolid.

3. Kram
Yang perlu anda lakukan adalah :
1. LETIH : regangkanlah otot selama beberapa detik lalu istirahatkan tubuh
2. KEJANG PADA BETIS : berdirilah dengan menjinjitkan kaki lalu lemaskan otot
3. KRAM SAAT RENANG : tekuklah lutut hingga mengenai dada lalu pijat kaki secara perlahan. Setelah itu luruskan kaki dan istirahat sejenak.

4. Keracunan
Yang perlu anda lakukan adalah :
1. Bawa korban ke tempat yang lebih teduh dengan udara yang segar
2. Tekan tengkuknya secara perlahan untuk membuatnya muntah
3. Setelah itu berikan norit dan istirahat
4. Sebaiknya jangan langsung diberi minum hingga kondisinya menunjukkan gejala baik

Itulah beberapa kecelakaan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Tak ada yang pernah tau kapan dan dimana musibah akan terjadi oleh karena itu mengantisipasinya setiap saat dapat anda lakukan terlebih mempelajari cara-cara mengatasinya. mencegah lebih baik daripada mengobati, tetapi jika situasi tidak memungkinkan maka anda harus dapat mengetahui tindakan atau pertolongan apa yang selayaknya anda lakukan pada korban. Semoga informasi ini membantu anda, selamat mencoba!

Artikel Lainya

  1. Suka Duka Supir Ambulance
  2. Salam dari kami Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Indonesia untuk Bpk Presiden RI Ir Joko Widodo
  3. Dokter Amoroso Katamsi Pemeran Soeharto di film Pengkhianatan G 30 S-PKI
  4. Sejarah Kedokteran Indonesia Pasca Orde Reformasi
  5. 16 Artikel Kesehatan Doktersiaga Award Yang Lolos Seleksi Tahap Awal