Dokter Amoroso Katamsi Pemeran Soeharto di film Pengkhianatan G 30 S-PKI | Doktersiaga - Jadwal praktek dokter & direktori dokter
23 Sep 2017 04:09:01

Dokter Amoroso Katamsi Pemeran Soeharto di film Pengkhianatan G 30 S-PKI

Di lihat 1.437x
dokter amoroso katamsi pemeran soeharto di film pengkhianatan g 30 s-pki

Dr Amoroso Katamsi lahir di Batavia, Hindia Belanda pada tanggal 21 Oktober 1940 adalah sosok yang tak hanya piawai berakting. Pria ini juga seorang dokter kesehatan jiwa sekaligus tentara. Namanya dikenal masyarakat Indonesia sejak membintangi Panglima Komando Strategi Angkatan Darat Mayor Jenderal Soeharto dalam film Pengkhianatan G 30 S-PKI pada tahun 1982 yang disutradarai oleh Arifin C. Noer

Film itu bukan hanya berhasil menjadi yang terlaris di bioskop Indonesia sejak 1984 sampai 1995. Film Pengkhianatan G30S/PKI juga wajib diputar di televisi setiap tahun dan anak-anak sekolah wajib menontonnnya.

Dr Amoroso Katamsi memang identik dengan peran sebagai Soeharto. Sudah tiga kali aktor kelahiran 1940 itu memerankan Soeharto di layar lebar. Wajahnya, mimiknya, gesturnya, sampai suaranya pun mirip dengan mantan Presiden Republik Indonesia, Soeharto.

Saat masih duduk di bangku SMP, neneknya meninngal akibat operasi yang dilakukan gagal. Dr Amoroso Katamsi sempat terpukul, lalu bangkit dan bertekad menjadi dokter. Setelah lulus SMA dia berangkat menuju Yogyakarta, untuk melanjutkan kuliahnya di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Di Yogyakarta, Dr Amoroso Katamsi sering ikut sandiawara radio RRI Yogyakarta. Sembari kuliah, dia tak meninggalkan kegemarannya berdeklamasi. Dalam sebuah lomba deklamasi dimana Rendra (alm) menjadi jurinya, Rendra (alm) tertarik dengan penampilannya dan mengajaknya bermain drama bersama kelompok Studi Drama Jogja, dan di grup inilah dia bertemu dengan Arifin C. Noer (alm).

Bertemu dengan Pranawengrum (alm), penyanyi seriosa yang kelak menjadi istrinya, dalam sebuah perjalanan kereta api dari Banyuwangi, Jawa Timur, menuju acara Pekan Kesenian Mahasiswa di Denpasar, Bali. Mereka menikah pada tahun kelima kuliahnya, ketika dia bergelar doktorandus, padahal masih diperlukan dua tahun lagi dia meraih gelar dokter. Pernikahan mereka dipercepat karena calon ibu mertuanya meninggal.

Tiga bulan setelah pernikahan, Dr Amoroso Katamsi melayangkan permohonan beasiswa ke berbagai instansi. Angkatan Laut Republik Indonesia memberikan jawaban pertama, maka diterima dan diangkatlah dia menjadi perwira berpangkat Letnan, statusnya perwira tugas belajar hingga lulus sebagai dokter. Menjadi tentara sungguh tak dinyana, dulu dia hanya bercita-cita menjadi dokter dan bermain drama.

Sempat menjadi dokter di Cilacap, Jawa Tengah, setelah menetap di Jakarta, dia bertemu lagi dengan Arifin C. Noer (alm). Karena aktif di atas panggung teater bersama kelompok Teater Kecil pimpinan (alm) Arifin C. Noer dan tampil di layar lebar sejak bemain dalam film ‘Menanti Kelahiran’ (1976), Dr Amoroso Katamsi dikenal secara luas sebagai seorang perwira militer yang aktif berteater.

Saat Arifin C. Noer (alm) membuat film ‘Penghianatan G-30S/PKI’, dia pun ikut terjun dan memerankan tokoh Soeharto. Dalam mempersiapkan diri, ia yang waktu itu berpangkat Letnan Kolonel, berkesempatan sehari bersama Soeharto di peternakan Tapos, Bogor, Jawa Barat. Observasi dilakukan sedetail mungkin agar bisa memerankan Soeharto sebaik-baiknya. Dua kali masuk nominasi FFI, sebagai aktor utama dalam ‘Serangan Fajar’ (1981) pada FFI 1982, dan sebagai aktor utama dalam ‘Penghianatan G-30S/PKI’ (1983) pada FFI 1984.

Diangkat menjadi direktur Perusahaan Film Negara pada tahun 1990 oleh Presiden Soeharto. Itu dilakoninya selama Delapan tahun dengan kerja keras dan tegas untuk menyehatkan perusahaan. Ayah dari Ratna, Dody dan Aning yang semuanya terjun ke dunia musik ini, pernah menjadi Sekretaris Dewan Juri Film Cerita pada FFI 1990 s/d 1992, serta Ketua Dewan Juri Sinetron Cerita pada FSI 1995. Ia juga ikut bermain dalam sinetrohn ‘Ageng’ (1997).

Pensiun dari Angkatan alut dengan pangkat terakhir Laksamana Pertama, namun dia tidak pernah kehilangan kesibukan, di ranah pendidikan, Dr Amoroso Katamsi dipercaya menjadi Pembantu Rektor Institut Kesenian Jakarta dan Universitas Islam As-Syafiyah. Di ranah kedokteran dia ditunjuk sebuah rumah sakit di Cilacap, Jawa Tengah, dan membuat grup teater yang latihannya Subuh karena malam hari buka praktek dokter. Sempat menjadi pengurus teras Gerakan Kwartir Nasional Pramuka. Dia merasa kehilangan kesibukan setalah tugasnya di ke-Pramuka-an berakhir. Waktunya diisi denga sesekali syuting sinetron dan seminggu sekali mengajar di Program Studi Teater, Fakultas Seni Pertunjukan – Institut Kesenian Jakarta

(Dari Berbagai Sumber)

Comments