Tahukah anda bahwa sebenarnya seorang bayi sejak berada di dalam kandungan, sudah merupakan manusia yang seutuhnya. Ya, seutuhnya dalam artian bahwa dia sudah bisa merasakan dan mengalami hal-hal dasar sama persis seperti orang dewasa. Salah satunya adalah bayi ternyata sudah bisa bermimpi sejak dari dalam kandungan.

Tentunya kita sudah mengetahui bahwa di dalam kandungan aktivitas terlama bayi adalah tidur. Malahan saat memasuki umur kehamilan 8 bulan (sekitar 32 minggu), 90-95% waktu si bayi dihabiskan untuk tidur. Memang sebenarnya aktifitas mimpi ini mulai dominan, awalnya sejak usia kehamilan 6-7 bulan (24-28 minggu). Semenjak usia kandungan ini, bayi sudah memiliki tahap tidur dengan Rapid Eye Movement (REM), yaitu tahap dimana bayi tidur dalam kondisi pulas, dimana rentang tidur bayi dalam tahap usia kandungan ini adalah telah mencapai 80%. Adapun, Dr. Gillian Lockwood, MRCOG, DPhil, MA, pakar kandungan dan kebidanan dari John Radcliffe Hospital, Oxford, di Inggris mengatakan, di usia kehamilan 24-30 minggu, janin mulai dapat bermimpi. Bukti ini ditunjukkan melalui hasil scan REM nya bayi tersebut.

Beberapa ahli menetapkan tahap REM sebagai tahap bermimpi. Seperti halnya orang dewasa, tahapan tidur bayi adalah mulai dari REM atau gerakan bola mata, tidur nyenyak, dan keadaan tak tentu. Selama tahap REM, mata bayi dapat bergerak maju mundur seperti mata orang dewasa. Karena pada tahap ini aktivitas neuron atau sel saraf di otak aktif seperti keadaan terjaga, sementara keadaan fisiologis tubuh tidak aktif, sehingga fase ini disebut juga fase mimpi dan ternyata bayi juga mengalami hal ini. Ya, bermimpi.

Pada saat pengukuran terhadap gelombang otak janin, tercatat mirip dengan gelombang otak saat orang sedang bermimpi dan gerakan bola matanya pun menunjukkan pola yang sama seperti saat orang sedang bermimpi. Mekanisme ini sebenarnya adalah proses persiapan yang dilakukan sistem saraf seorang bayi untuk kelak menjalani kehidupan di luar kandungan. Berbagai teori menyatakan bahwa fase tidur REM juga akan membantu perkembangan otak, bahkan juga bagi bayi di dalam kandungan. Pada janin, para peneliti Friedrich Schiller University menyatakan bahwa REM memberikan bayangan visual yang sangat membantu perkembangan mental janin. Demikian juga, fase REM ini sangat penting bagi tumbuh kembang bayi dan anak karena disaat tertidur, hormon pertumbuhan yang penting akan dikeluarkan.

Gelombang otak yang bagaimanakah yang diukur pada bayi saat dia sedang tidur dan bermimpi? Nah, sama seperti orang dewasa, pada janin sudah dapat dinilai gelombang otak Alpha maupun Theta. Apa itu gelombang otak tersebut dan bagaimanakah hubungannya dengan mimpi?

Gelombang Alpha (8 hz - 12 hz), adalah gelombang otak (brainwave) yang terjadi pada saat seseorang sedang mengalami relaksasi atau mulai istirahat. Adapun tanda-tandanya adalah mata mulai menutup atau mulai mengantuk. Nah, gelombang alpha ini akan muncul tepat pada masa peralihan antara sadar dan tidak sadar. Oleh karena itu, fenomena gelombang alpha ini banyak dipelajari dan dimanfaatkan oleh para pakar hypnosis untuk mulai memberikan sugesti kepada pasiennya. Gelombang ini juga akan muncul disaat kita sedang melakukan meditasi ringan. Gelombang alpha juga dapat muncul dengan mata terbuka dan fokus pada satu tempat, meskipun akan lebih mudah jika dengan mata tertutup. Frekwensi alpha merupakan frekwensi pengendali serta penghubung pikiran sadar dan bawah sadar. Kita bisa mengingat mimpi kita oleh karena memiliki gelombang alpha ini. Kabur atau jelas sebuah mimpi yang bisa kita ingat, tergantung kualitas dan kuantitas gelombang alpha pada saat bermimpi. Beberapa pakar manipulatif otak bahkan mengatakan, bahwa saat munculnya gelombang alpha ini adalah saat dimana mudah untuk dilakukan pemrograman otak bawah sadar.

Sedangkan gelombang Theta (4 hz - 8 hz), adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami tidur ringan atau sangat mengantuk. Tanda-tandanya adalah napas mulai melambat dan dalam. Jadi, gelombang theta ini terjadi selama tidur, yang mana tidur itu disertai mimpi. Dengan gelombang ini, kita terhubung pada otak bawah sadar. Dari gelombang theta kita dapat menilai pusat kreatifitas manusia, maka ketika kita sedang mimpi betapa kreatif mimpi kita dan apakah penuh dengan kompleksitas emosional, dapat dilihat melalui gelombang ini. Selain orang yang sedang diambang tidur, beberapa orang juga menghasilkan gelombang ini disaat trance, hypnosis, meditasi dalam, berdoa dan saat menjalani ritual agama dengan khusyuk. Orang yang mampu mengalirkan energi chi, prana atau tenaga dalam, juga menghasilkan gelombang theta ini pada saat mereka latihan atau menyalurkan energinya kepada orang lain. Gelombang otak theta juga dikenal sebagai "gelombang ajaib", karena berkaitan dengan kekuatan psikis. Berdasarkan penyelidikan para ahli, bahwa banyak terjadi kecelakaan pesawat udara, tabrakan, kebakaran, kecelakaan kapal laut yang menewaskan banyak orang. Namun ada keanehan, beberapa anak balita bisa selamat. Kemungkinan ini dikarenakan anak-anak hampir setiap saat dalam kondisi gelombang theta. Perasaan dekat dengan Tuhan pun akan terjadi apabila kita dapat memasuki fase gelombang theta ini. Kita akan sering mengalaminya jika melakukan kegiatan berdoa, meditasi dan melakukan ritual-ritual agama dengan sungguh-sungguh. Dengan dasar inilah seringkali banyak orang memberikan kesaksian, bahwa mereka telah menemukan "God spot".

Kembali lagi berbicara tentang bayi. Setelah diamati dan diteliti, ternyata bayi dan balita rata-rata tidur lebih dari 12 jam dalam sehari. Itulah mengapa otak bayi dan anak-anak selalu dalam fase gelombang alpha dan theta. Perlu diingat sekali lagi, bahwa gelombang alpha dan theta ini adalah gelombang pikiran bawah sadar. Oleh sebab itu, anak-anak cepat sekali dalam belajar dan mudah menerima perkataan dari orang lain apa adanya. Gelombang otak ini juga menyebabkan daya imajinasi anak-anak luar biasa. Ketika mereka bermain mobil-mobilan misalnya, imajinasi mereka aktif dan permainan mereka menjadi sangat seru.

Kedua gelombang Alpha dan Theta sangat sering dibahas, karena kedua gelombang inilah yang sangat sering digunakan dalam penilaian untuk memperkirakan atau menentukan keinginan kita, bagaimanapun wujud dari keinginan itu. Hal ini juga yang menjelaskan, bahwa semenjak di dalam kandungan, seorang bayi ternyata sudah memiliki impian, keinginan dan harapan serta daya imajinasi dan kreatifitas. Sungguh luar biasa bukan?

Artikel Terkait

  1. Mengelola Otak dan Emosi Bayi di Dalam Kandungan
  2. Kepribadian Manusia Terbentuk Sejak di Dalam Kandungan
  3. Pendidikan Janin Selama Masa Kehamilan
  4. Konseling Menyusui Pada Masa Kehamilan
  5. Sudah KB Kok Hamil?