Patrick Soon-Shiong bukan dokter biasa. Ia memeriksa pasiennya tidak dengan stetoskop manual yang banyak digunakan dokter-dokter di seluruh dunia. Patrick dokter yang inovatif. Untuk memeriksa tekanan darah dan detak jantung pasien ia menggunakan layar di meja kerjanya. Saat datang ke ruang kerjanya, ia hanya melihat layar komputer yang menayangkan data kesehatan si pasien. Dengan sampel darah pasien, ia juga melakukan perbandingan genetik pasien dengan yang lain sehingga dalam waktu beberapa menit jika Anda berisiko menderita gangguan kesehatan seperti kerontokan rambut atau bahkan penyakit mematikan seperti cystic fibrosis.
Sistem pembagian data kankernya revolusioner secara teoretis memungkinkan dokter dan ilmuwan menyebarkan informasi kompleks mengenai DNA pasien yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan perawatan yang lebih spesifik bagi individu yang lebih efektif lagi.
Setelah eksperimen dengan pengobatan potensial untuk diabetes ternyata menjadi terlalu berisiko untuk dikejar, Patrick beralih ke kanker. Di tahun 1991, ia mempatenkan obat Abraxane yang laris meskipun hanya sedikit bervariasi dalam obat kanker Taxol yang sudah banyak dipakai di dunai medis membuatnya kayar raya. Tercatat kini ia mengantongi aset bersih sebesar hampir 13,3 miliar dollar AS.
Patrick bisa dikatakan seorang dokter dengan jiwa entrepreneurship yang tinggi. Ia mengumumkan bahwa dirinya akan menempuh IPO di bawah nama perusahaan NantHealth di awal tahun 2015. Forbes sendiri memperkirakan valuasi NanHealth mencapai kisaran 7,7 miliar dollar AS.
Namun, pekan pertama Desember, Patrick merilis bagian pertama gerakan ini, sebuah peramban mobile yang memungkinkan para dokter untuk menggunakan smartphone untuk memeriksa gen-gen para pasiennya.
Tidak ada dokter yang akan mendiagnosis Anda dalam beberapa detik dengan menggunakan sebuah perangkat genggam di seluruh tubuh Anda. Namun, jika gagasan Patrick bisa diwujudkan dengan baik, smartphone dapat digunakan dalam menemukan gen-gen tertentu yang menjadi biang keladi masalah kesehatan. Alih-alih, menunggu berhari-hari untuk sebuah diagnosis, Anda bisa mendapatkannya dalam beberapa menit saja. Memakai analisis genetik untuk menangani kanker memang bukan ide Patrik semata, tetapi dialah orang yang sanggup mewujudkannya hingga ke level seperti yang dibayangkannya sendiri.
Namun, dengan pita lebar digital yang memadai, Patrick berpikir bahwa masih ada harapan di masa depan.
Dan biopsi tumor yang biasanya dilakukan selama berbulan-bulan akan siap dalam waktu sehari saja. Dokter akan menguji DNA dan darah pasien melalui database nasional yang mencakup ribuan informasi penting pasien lain (semua terenkripsi dan aman). Dengan hasil-hasil itu, dokter merekomendasikan sebuah prosedur perawatan yang disesuaikan dengan perbaikan genetik unik dari tumor si pasien.
Sehingga seorang dokter tidak hanya bisa memberitahukan pasien untuk mengkonsumsi obat.
Selama proyek rintisan ini berlangsung, Providence mungkin akan direalisasikan dalam bentuk klinik masa depan yang penuh dengan alat-alat canggih dan terkomputerisasi.
Reposting dari sumber aslinya ayopreneur.com
Artikel Lainya
- Kenapa Dokter Harus Punya Bisnis?
- Konstruksi Sosial dan Politik Profesi Dokter Indonesia
- Salam dari kami Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Indonesia untuk Bpk Presiden RI Ir Joko Widodo
- Dilema Dokter sebagai "Pegawai RS" Dalam Menjalankan Sumpah dan Kode Etik
- Sejarah Kedokteran Indonesia Pasca Orde Reformasi
