Seorang Ibu yang sedang mengandung (hamil) diperbolehan untuk tidak berpuasa, namun jika mereka kuat untuk berpuasa maka kerjakannya. Jika ternyata tidak kuat untuk berpuasa maka boleh berbuka. Dalam Islam, terdapat kemurahan bagi wanita hamil untuk tidak berpuasa jika khawatir dengan kesehatan diri dan bayinya.
Akan tetapi jika anda seorang wanita hamil dan ingin tetap berpuasa maka anda perlu menerapkan pola makan yang benar, yaitu saat sahur dan berbuka. Anda juga perlu berkonsultasi kepada doekter spesialis kandungan untuk mengetahui kondisi kesehatan kandungan anda, apakah boleh untuk menjalani ibadah puasa.
Juga berkonsultasi dengan dokter gizi untuk mengetahui makanan dan minuman apa saja yang boleh dan tak boleh dikonsumsi agar puasa lancar.
Agar tidak terjadi dehidrasi saat puasa wanita hamil juga harus menjaga asurap cairan, jika wanita hamil mengalami kekurangan cairan (dehidrasi) maka denyut jantuk akan menjadi lebih cepat dan dapat membahayakan Janin. Salah satu cara mengatasinya yaitu dengan segera berbuka puasa (membatalkan).
Mengutip laman Baby Centre, berikut pola makan yang bisa diterapkan wanita hamil saat berpuasa:
1. Pilih makanan yang melepas energi secara perlahan. Makanan berserat tinggi dan karbohidrat kompleks mencegah wanita hamil sembelit.
2. Hindari konsumsi makanan manis yang meningkatkan gula darah secara cepat. Tapi pastikan Anda gula darah tetap stabil sehingga tidak drop atau pingsan.
3. Kentang atau buncis lebih dianjurkan untuk dikonsumsi dibandingkan makanan berlemak atau olahan.
4. Pastikan cukup mendapat asupan protein dari kacang-kacangan, daging merah atau putih, dan telur. Protein membantu perkembangan janin.
5. Minum 1,5 hingga dua liter air antara senja dan fajar dan hindari minuman berkafein. Teh atau kopi berkafein membuat wanita hamil mudah dehidrasi.
Sumber : Panduanbpjs.com
