Kepercayaan terhadap takhayul masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk dalam hal kesehatan. Banyak orang tua, bahkan generasi muda, masih mempraktikkan kebiasaan turun-temurun yang diyakini dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit. Sebagian kepercayaan ini memang terasa “masuk akal” karena sudah dilakukan sejak lama, namun tidak semuanya memiliki dasar ilmiah. Dalam dunia medis modern, penting untuk memahami mana yang sekadar mitos dan mana yang memiliki penjelasan medis di baliknya.

Salah satu takhayul kesehatan yang paling populer adalah konsep “masuk angin”. Masyarakat percaya bahwa angin bisa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan keluhan seperti perut kembung, pegal, mual, hingga meriang. Padahal, dalam dunia kedokteran, masuk angin bukanlah diagnosis penyakit. Gejala yang disebut sebagai masuk angin biasanya disebabkan oleh infeksi virus ringan, gangguan pencernaan, kelelahan, atau perubahan suhu lingkungan. Kerokan yang sering dilakukan memang bisa membuat tubuh terasa lebih nyaman karena merangsang aliran darah dan saraf kulit, namun tidak benar-benar mengeluarkan angin dari dalam tubuh.

Kepercayaan lain yang juga sangat umum adalah anggapan bahwa keluar malam atau kehujanan dapat menyebabkan paru-paru basah. Secara medis, paru-paru basah atau pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur, bukan karena udara malam atau air hujan. Namun, paparan hujan dan udara dingin memang dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih mudah terinfeksi. Inilah yang membuat banyak orang mengaitkan pneumonia dengan kebiasaan keluar malam, meskipun hubungan tersebut tidak bersifat langsung.

Pada bayi dan anak-anak, demam sering kali dianggap wajar saat mereka tumbuh gigi. Banyak orang tua mengira bahwa demam adalah bagian dari proses tumbuh gigi. Faktanya, tumbuh gigi hanya menyebabkan sedikit peningkatan suhu tubuh dan membuat anak menjadi rewel. Demam tinggi di atas 38 derajat Celsius biasanya menandakan adanya infeksi, sehingga tetap perlu diwaspadai dan tidak boleh langsung dianggap sebagai efek tumbuh gigi.

Dalam budaya tertentu, ibu hamil juga sering dilarang memotong rambut karena dipercaya dapat membahayakan janin. Dari sisi medis, tidak ada hubungan apa pun antara rambut ibu dan perkembangan janin di dalam kandungan. Justru, menjaga kenyamanan ibu hamil, termasuk dengan merapikan rambut, dapat membantu mengurangi stres dan ketidaknyamanan selama kehamilan. Larangan ini murni berasal dari kepercayaan budaya tanpa dasar ilmiah.

Takhayul lainnya adalah larangan minum air dingin atau es saat sedang batuk dan pilek. Minuman dingin sering dianggap memperparah penyakit. Padahal, batuk dan pilek disebabkan oleh infeksi virus, bukan oleh suhu minuman. Air dingin memang dapat membuat tenggorokan terasa lebih tidak nyaman pada sebagian orang, tetapi tidak memperburuk infeksi. Selama tidak menimbulkan keluhan tambahan, minum air dingin sebenarnya tidak berbahaya.

Kerokan juga sering dipercaya sebagai cara untuk mengeluarkan “angin jahat” dari tubuh, yang ditandai dengan munculnya garis merah atau kehitaman di kulit. Secara medis, tanda tersebut merupakan akibat dari pecahnya pembuluh darah kapiler kecil di bawah kulit akibat gesekan. Reaksi ini bersifat sementara dan bukan bukti keluarnya angin dari tubuh.

Mandi malam juga kerap dikaitkan dengan penyakit rematik. Banyak orang percaya bahwa mandi pada malam hari dapat menyebabkan nyeri sendi di kemudian hari. Dalam dunia medis, rematik atau arthritis disebabkan oleh peradangan sendi, gangguan autoimun, penuaan, atau cedera. Air dingin hanya dapat memperburuk rasa nyeri sementara pada orang yang sudah memiliki masalah sendi, tetapi tidak menjadi penyebab utama rematik.

Tidak sedikit pula masyarakat yang mengaitkan penyakit berat yang muncul secara tiba-tiba dengan santet atau gangguan makhluk halus. Padahal, banyak penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, gangguan tiroid, atau penyakit autoimun berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas di awal. Ketika gejala mulai terasa, kondisi penyakit sudah cukup berat sehingga terlihat seolah-olah muncul secara mendadak.

Kepercayaan bahwa tidur sore dapat menyebabkan tubuh menjadi sakit juga masih sering ditemui. Secara medis, tidur sore tidak berbahaya selama dilakukan dalam durasi singkat dan tidak terlalu dekat dengan waktu tidur malam. Tidur terlalu lama justru dapat menyebabkan pusing dan rasa tidak nyaman akibat gangguan ritme tidur.

Air kelapa juga sering dianggap sebagai obat segala penyakit. Memang benar bahwa air kelapa mengandung elektrolit alami yang baik untuk mengatasi dehidrasi ringan. Namun, air kelapa tidak dapat menyembuhkan infeksi, penyakit kronis, atau kondisi medis serius lainnya. Fungsinya lebih sebagai minuman pendukung kesehatan, bukan pengganti pengobatan.

Pada akhirnya, takhayul kesehatan di Indonesia banyak lahir dari pengalaman turun-temurun dan keterbatasan informasi medis di masa lalu. Beberapa terasa benar karena memberikan efek psikologis atau placebo, sementara sebagian lainnya perlu diluruskan agar tidak menyesatkan. Pendekatan terbaik adalah tetap menghormati budaya, namun mengimbanginya dengan pengetahuan medis yang benar. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.