Mencermati perkembangan tentang permasalahan pendidikan Dokter Layanan Primer (DLP), maka kami berpendapat bahwa:
1. Program pendidikan setara spesialis DLP bukanlah solusi yang tepat saat ini. Masalah di layanan primer saat ini tetap yang utama adalah sarana dan prasarana yang tidak sesuai dengan kemampuan untuk melakukan pelayanan 155 penyakit dasar. Kemudian selanjutnya adalah distribusi atau penyebaran dokter di wilayah Indonesia yang tidak merata oleh karena jaminan keselamatan dan kesejahteraan dokter yang tidak dapat dipenuhi secara merata pula oleh Kementerian Kesehatan dan Pemerintah daerah.
2. Melihat perjuangan para dokter Indonesia yang terbukti bahwa jika dilakukan secara massif dan terorganisir, maka akan didengar dan diperhatikan oleh Pemerintah dan DPR. Namun, jika hanya diwakili oleh segelintir orang terbukti nyata diabaikan dan disepelekan. Hal ini terlihat jelas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Legislasi DPR R.I. yang sukses besar, tetapi ternyata RDP dengan Komisi IX DPR R.I. malah kalah total.
3. Kami Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu tidak akan berhenti untuk terus-menerus berjuang memperjuangkan aspirasi dan harapan dokter Indonesia pada umumnya dan masalah DLP ini secara khusus. Ini berarti, sekalipun program pendidikan DLP ini secara tanpa rasa empati tetap dilanjutkan, kami tidak akan pernah menyerah untuk melawannya dengan cara-cara yang terhormat dan menggunakan seluruh sumber daya dan kemampuan kami.
4. Kami menghimbau kepada seluruh insan kedokteran Indonesia untuk tetap bersatu dan mengumpulkan kekuatan kita. Sehingga makin hari dapat makin besar dan mempunyai daya dorong yang kuat untuk mewujudkan dokter untuk rakyat dan dokter yang lahir dari rakyat.
5. Jangan pernah menyerah. Kami Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu akan terus mengibarkan bendera perjuangan sampai kapanpun. Marilah kita dukung bersama dan rapatkan barisan. Yakinlah kekuatan kita tidak dapat diremehkan, apalagi hanya oleh segelintir orang yang pro-DLP.
6. Sekaranglah saatnya kita tunjukkan kekuatan bersatunya dokter Indonesia. Ya kita bersatu dan berjuang bersama untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
7. Berdasarkan semua hal di atas tadi, maka kami menyerukan kepada seluruh dokter-dokter pejuang untuk bergabung bersama kami dan berjuang tanpa henti. Jika tidak bersatu dan terus berjuang, maka akan makin banyak lagi kebijakan dan peraturan yang tanpa menyerap aspirasi mayoritas dokter akan dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Apakah akan kita biarkan saja dan terus berpasrah diri? Ayo jawabannya tergantung anda dan kita semua.
Marilah terus berjuang!
Hidup Dokter Indonesia!
Jayalah Rakyat dan Bangsa Indonesia!
Bravo!!!
Salam perjuangan,
James Allan Rarung
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat P-DIB
