Promosi Kesehatan Konvensional VS Promosi Kesehatan Digital | Doktersiaga - Jadwal praktek dokter & direktori dokter
17 Apr 2018 03:04:26

Promosi Kesehatan Konvensional VS Promosi Kesehatan Digital

Di lihat 158x
promosi kesehatan konvensional vs promosi kesehatan digital

Berbicara mengenai promosi biasanya di benak kita yang terbayang adalah melakukan promosi produk atau menjual sebuah produk. Tetapi lain halnya dengan promosi kesehatan. Menurut definisi dari wikipedia, Promosi kesehatan adalah ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal.

Kesehatan yang optimal didefinisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik, emosi, sosial, spiritual, dan intelektual. Ini bukan sekadar pengubahan gaya hidup saja, namun berkairan dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih mendukung dalam membuat keputusan yang sehat.

Pengubahan gaya hidup dapat difasilitasi melalui penggabunngan: menciptakan lingkungan yang mendukung, mengubah perilaku dan meningkatkan kesadaran. Bahkan promosi kesehatan telah menjadi mata kuliah studi di beberapa universitas di Indonesia.

Umumnya promosi kesehatan di lakukan secara konvensional (offline), misalnya dengan mengadakan seminar - seminar kesehatan di beberapa rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainya. penyuluhan kesehatan di area sekitar rumah sakit ataupun dapat berupa bhakti sosial.

Dengan berkembangnya teknologi tentunya berdampak juga kepada cara kita melakukan promosi kesehatan. Beberapa rumah sakit bahkan puskesmas telah aktif melakukan promosi kesadaran melalui dunia digital, khususnya media sosial.

Lalu mengapa promosi kesehatan harus melalui dunia digital, bukankah cara konvensional sudah cukup?

Promosi kesehatan yang dilaukuan dengan cara konvensional tidak dapat diukur kinerjanya, sedangkan jika dilakukan melalui media online kinerjanya terukur. Sebagai contoh, jika menyelenggarakan acara seminar kesehatan dengan cara konvensional, umumnya diperlukan spanduk ataupun brosur untuk menyebarkan informasi mengenai acara tersebut ataupun dengan mengunjungi warga sekitaran rumah sakit/puskesmas.

Dengan cara tersebut kita tidak dapat mengetahui jumlah brosur yang dibaca, bahkan mungkin saja brosur tersebut dibuang. Jika melalui media online maka kita dapat mengetahui jumlah yang melihat informasi acara tersebut, membagikanya kepada teman - temanya ataupun sekedar bertanya tanya.

Gambar di bawah ini akan menjelaskan perbedaan antara promosi kesehatan yang dilakukan dengan cara konvensional dengan promosi kesehatan yang dilakukan dengan cara digital (online).

Jika kita berbicara mengenai dunia digital itu kan luas sekali ya pak, ada google, facebook, twitter, youtube dll. Nah yang mana harus kita pilih?

Umumnya ada 2 cara untuk menemukan audience/netizen berkumpul yaitu melalui media social atau search enginee. Untuk kasus di kesehatan saya rasa lebih cocok di media sosial (fb, twitter dll). Kenapa? Karena di search enginee biasanya user sudah punya niat tertentu untuk mencari sesuatu, sedangkan jika kita berbicara tentang kesehatan umumnya bersifat edukatif. jadi kita dituntut untuk lebih aktif menjemput bola dan hal ini hanya dapat dilakukan melalui media sosial.

Jika kita ingin melakukan promosi kesehatan bagaimana caranya & apa saja tahapanya?

Pertama yang perlu di lakukan adalah menentukan objektif nya, goal nya seperti apa. Lalu definisikan profile audiencenya setelah itu buat campaign berdasarkan profile audiencenya. Tentukan channel (saluran distribusi) dan lakukan campaign dan review hasilnya

Selain itu kita juga harus memahami proses sales di dalam dunia digital marketing, sebuah sales terjadi melalui beberapa tahapan. Tahapanya bisa anda lihat pada gambar di bawah ini

Bagaimana cara mengukur kampaign promkes di dunia digital pak?

Untuk mengukurnya ada beberapa KPI / metric yg di gunakan untuk website seperti jumlah pengunjung uniq website, jumlah kunjungan, session, average time, bounce rate, dll. Sedangkan untuk media sosial yaitu : jumlah viwer, jumlah share, jumlah like, jumlah follower dll

Menurut bapak kira-kira apa kendalanya menerapkan media social di RS/Klinik?

Mindset

Lalu bagaimana meminimalisir kendala tersebut ?

Tentunya management faskes lebih open minded dan dapat menerapkan teknologi untuk mendukung operasionalnya

Menurut bapak bagaimana perkembangan promkes di media sosial (digital) saat ini?

Berdasarkan penagamatan saya di media sosial khususnya facebook. Faskes dari kalangan goverment seperti puskesmas sangat aktif menggunakan media sosial untuk kampaignya. Khususnya Puskesmas. Dan bahkan Kemenkes juga aktif memproduksi content - content edukasi kesehatan, sehingga dapat di manfaatkan oleh faskes lainya.

Hanya sayangnya hal ini belum di imbangi oleh pihak swasta

Faskes mana yang paling aktif?

Beberapa bulan yang lalu saya membuat rating untuk rumah sakit yang memiliki trafic pengunjung websitenya terbanyak dan yang menduduki urutan teratas yaitu Rumah Sakit Pondok Indah

Comments