Ngomong ngomong soal iklan BPJS yang menggambarkan dokter dengan karakter tengkorak dan dokter sebagai corong BPJS yang menerangkan bahwa korban mercon lebaran tak akan diobati itu bagaimana ya?
Katanya akan ada permintaan maaf melalui surat kabar yang sama. Sampai sekarang belum pernah ada yang uplod ke medsos kayaknya.
Kita juga harus koreksi diri. Perjuangan kita kayak air bah. Sekali besar sesudah itu tenang seperti tidak pernah terjadi apa apa. Persis seperti topan badai yang meninggalkan kerusakan. Kerusakannya sudah terjadi dan kita anggap sebagai musibah saja, hehehe.
Kasus Vaksin Palsu mungkin juga akan begitu. Sekarang saatnya badai tsunami. Selesai tsunami ini akan timbul kerusakan dimana mana. Akan ada yang mengais sisa sisa sampah. Tetapi akan ada yang membangun bangunan baru diatas reruntuhan tsunaminya, minimal bangunan untuk mengenang tsunaminya. Kenapa tidak?
Kita memang pelupa. Organisasi profesilah yang harus mencatatnya dan menagih serta menyiapkan proses hukumnya.
Sampai sekarang saya juga belum melihat foto berdiri bersama salam salaman menghadap ke kamera.
Ayo dong. Foto bersama. Kan biasanya begitu. Biar masalah ini bisa "dianggap selesai".
Jakarta. 20 Juli 2016.
Patrianef Patrianef
