Sudah terlalu sering Profesi Dokter dilecehkan dan dipandang sebelah mata oleh pihak tertentu. Salah satunya BPJS. Mulai dengan menyatakan dokter hanya melakukan pemeriksaan dengan cara meraba raba sampai sekarang menggambarkan dokter sebagai tengkorak.
Tidak adakah cara yang lebih baik untuk menggambarkan profesi ini, walaupun anda tidak suka dengan profesi ini. Penggambaran dengan tengkorak sungguh sungguh menyakiti hati kami.
Tidak adakah saudara atau kerabat atau anak anak anda yang menjadi dokter. Sehingga anda bisa sehina itu menggambarkan profesi ini.
Mungkin dalam pemikiran "orang orangnya" BPJs kami ini adalah profesi yang tidak disukai, walaupun sangat mereka perlukan. Alam bawah sadar mereka memunculkan hal hal seperti ini.
Apakah PB IDI seperti biasa cukup hanya memanggil dan mengadakan pertemuan dengan pihak yang melakukan hal ini dan menganggap hal ini selesai begitu saja.
Sudah cukuplah kita dihina dan dilecehkan. Selanjutnya kita harus berani dan tegas menyatakan tidak kepada semua pihak yang melakukan pelecehan profesi Dokter.
Percayalah kepada kami. Tidak ada bangsa yang tidak memerlukan dokter, termasuk anda BPJS.
Saatnya Dokter merapatkan barisan untuk menyatakan dan menyampaikan hak haknya secara demokratis. Jangan ada yang tidak peduli. Masa depan profesi ini tergantung kepada semua dokter Indonesia.
Turun ke jalan adalah hak demokratis yang dilindungi undang undang selagi berada dalam koridor hukum.
Sudah saatnya kita menyikapi hal ini. Dan turun kejalan adalah salah satu cara kita menyikapi problem yang terlalu banyak mendera profesi ini. Baik dengan maupun tanpa komando PB IDI. Kepada PB IDI, jika PB tidak mengkomandoi kami turun kejalan, maka percayalah akan ada yang akan mengkomandoi dokter indonesia selanjutnya dan itu bukan anda.
Jakarta, 5 Juli 2016.
