Bertempat di kantor Pengurus Besar IDI, dilakukan pertemuan antara pimpinan PB IDI dengan Dr.Bayu Wahyudi,Sp.OG-Direktur Hukum, Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan. Pertemuan tersebut diadakan terkait polemik yang timbul akibat pemberitaan di sebuah media (Harian Metro Nasional) yang menyebutkan “71 Persen Dokter Pegang-Pegang Saja’. PB IDI yang menerima keluhan dari anggota atas pernyataan tersebut merasa perlu untuk melakukan klarifikasi.

“Pemberitaan tersebut terkait pertemuan di DPR. Saya menyampaikan di depan media adalah hasil survey menyebutkan ada 29 persen dokter di puskesmas yang memberikan pelayanan sesuai SOP. Saya tidak pernah menyatakan 71 persen dokter pegang-pegang saja,” kata Dr.Bayu. “Saya tidak bermaksud mendiskreditkan teman-teman sejawat. Hanya menyampaikan fakta dari sebuah penelitian. Tujuan dari penelitian adalah untuk perbaikan. Saya pribadi mohon maaf bila membuat suasana tidak nyaman bagi sejawat-sejawat,” pernyataan Dr.Bayu di akhir penjelasan.

Dalam pembahasan selanjutnya disampaikan hasil penelitian mengenai cakupan efektif pelayanan di fasilitas kesehatan yang merupakan kerjasama BPJSK dengan FK UGM. Penelitian dilakukan di 49 kabupaten/kota pada akhir tahun 2015 lalu.

“Kita melihat bahwa media tidak memuat statemen sebagaimana yang sebenarnya. Jelas bahwa Dr.Bayu tidak bermaksud mendiskreditkan sejawat-sejawat, dan beliau telah menyampaikan permohonan maaf atas situasi yang tidak diharapkan ini. Tugas besar selanjutnya dari kita semua adalah menjawab kondisi yang diperlihatkan dalam penelitian. Dengan menumpuknya pasien di puskesmas, tentunya standar pelayanan di mana pasien diperiksa minimal 15 menit sulit dipenuhi. Belum lagi minimnya sarana prasarana yang ada.   Sehingga tidak semua beban masalah pelayanan ditumpukkan penyebabnya kepada dokter,” penyampaian Prof.Marsis, Ketua Umum PB IDI di akhir pertemuan.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Terpilih PB IDI – Dr. Daeng M Faqih, SH, MH, Ketua MKEK – DR. Dr. Prijo Sidipratomo, Sp Rad (K), Ketua Bidang Organisasi PB IDI – Dr. Mahesa Paranadipa, MH dan beberapa bidang lainnya. (MP)

Sumber : IDI Online