Pada hari Sabtu tanggal 30 Maret 2019 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bireuen mengadakan Musyawarah Cabang (Muscab) IDI ke 5. Dalam Musyawarah Cabang tersebut dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG terpilih sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bireuen periode 2019-2022. Nama dr Purnama Setia Budi, Sp.OG mulai familiar bagi warga Bireuen Aceh pada saat menjadi caleg dari partai PKS.

Selain menjadi caleg dr Purnama Setia Budi, Sp.OG juga terlibat aktif di beberapa organisasi kedokteran lainya seperti Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) dan Lembaga Bantuan Hukum Dokter Indonesia (LBHDI) serta di organisasi sosial layanan kesehatan yaitu Purnama Care.

dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG dilahirkan dari keluarga yang sederhana, dimana almarhum bapaknya, M. Nurdin merupakan prajurit Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dan almarhum ibunya, Maimunah Ibrahim sebagai guru Sekolah Menengah Atas (SMA).Kedua orangtua dr Purnama Setia Budi, Sp. OG berasal dari Bireuen. almarhum bapaknya berasal dari Desa Geudong Geudong, Kota Juang dan Ibunya berasal dari Peudada.

Bakat kepemimpinan dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG telah nampak sejak usia sekolah, dimana ia pernah menjabat sebagai Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan kini telah mendirikan yayasan yang bergerak di bidang sosial. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Lhokseumawe, dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG mendapatkan undangan untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK-USU) Medan.

Pada tahun 2007, dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG melanjutkan pendidikan spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang. Selesai pendidikan pada 2012, Ia langsung kembali bertugas di RSUD dr. Fauziah sebagai ahli kandungan.

Setelah menjadi dokter spesialis, membuat dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG tidak berpuas diri, mungkin bagi sebagian orang, menjadi seorang dokter spesialis merupakan profesi yang sudah cukup nyaman. Namun bagi seorang dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG jiwanya terpanggil untuk terus memperjuangkan aspirasi warga tentang kesehatan berkualitas.

Mengapa Seorang Dokter Ingin Terlibat Di Bidang Politik?
Sebagian besar masyarkat kita alergi mendengar kata politik, lalu mengapa seorang dokter ingin terjun di bidang politik? Banyak motivasi seseorang terjun ke dunia politik salah satu nya adalah memperbaiki sistem dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Seperti yang di alami oleh dr Purnama Setia Budi, Sp.OG ini.

"Bagi saya mendorong perubahan yang lebih baik bagi masyarakat Bireuen adalah sebuah panggilan nurani, walaupun harus mundur dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), meninggalkan semua kenyamanan dan pendapatan yang jauh lebih besar saya peroleh dari seorang dokter spesialis adalah konsekuensi yang tidak seberapa bila di bandingkan dengan peluang perubahan yang insyallah mampu saya lakukan, jika berada di dalam sistem " ujar dr Purnama Setia Budi, Sp.OG.

"Ada banyak sektor-sektor kehidupan masyarakat yang perlu dibenahi" lanjutnya. Dan atas panggilan ini, dr Purnama Setia Budi, Sp.OG kemudian memilih politik sebagai jalan untuk menyalurkan aspirasinya. Selain di politik dr Purnama Setia Budi, Sp.OG juga ikut serta saat mendaftarkan Uji Materi ke Mahkamah Agung Republik Indonesia oleh Lembaga Bantuan Hukum Dokter Indonesia (LBHDI) bersama dr Patrianif Sp.B(K)BV dan Muhammad Reza, SH pada bulan Agustus 2018.

Menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, dr Purnama kembali mencalonkan diri sebagai calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

USG Gratis Bagi Ibu Hamil
Setelah Pilkada usai, niatnya untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya warga Bireuen Aceh tidak pernah surut. dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG mendirikan "Purnama Care" yaitu sebuah lembaga sosial layanan kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis bagi ibu-ibu hamil.

Prunama Care di dirikan pada tanggal 22 Maret 2018 di Bireuen Aceh dan kegiatan - kegitan Purnama Care meliputi bidang sosial, kesehatan dan agaman seperti : konsultasi dan pemeriksaan USG gratis, bantuan medis bagi lansia, mendirikan tempat - tempat ibadah, bantuan dana untuk kamu duafa guna rehap rumah