Pengaruh sinar matahari pada jerawat memang masih banyak diperbincangkan. Sebagian orang merasa jerawat wajah membaik setelah berjemur. Benarkah demikian? Semoga penjelasan berikut dapat menambah wawasan kita semua ya.

EFEK PAJANAN SINAR MATAHARI PADA KULIT

Kulit kita akan mengalami perubahan-perubahan tertentu saat banyak menerima pajanan sinar matahari. Secara garis besar, perubahan ini dibagi menjadi:

  • Visible changes ? yaitu perubahan yang kasat mata. Perubahan ini dapat kita lihat secara langsung pada kulit, misalnya timbul kemerahan segera (sunburn). Biasa diakibatkan oleh kandungan UVB pada radiasi sinar matahari. Dapat pula terjadi perubahan warna kulit menjadi lebih gelap kecoklatan (sun tanning). Tanning umumnya tidak terjadi segera, namun baru terlihat beberapa hari pasca banyak jemur.
  • Nonvisible changes ? perubahan yang tidak dapat kita lihat dengan mata telanjang. Perubahan terjadi pada struktur kulit, biasa diketahui dari hasil pemeriksaan histopatologi, jadi berasal dari potongan kecil kulit yang diambil, kemudian dilihat di bawah mikroskop. Ternyata pada kulit yang banyak mendapat pajanan sinar matahari, akan terjadi penebalan pada lapisan kulit luar. Sebenarnya hal ini merupakan respons protective normal kulit untuk mengurangi bahaya radiasi matahari

Semua orang tahu bahwa salah satu faktor yang berperan sangat penting pada proses pembentukan jerawat adalah sumbatan. Ternyata kulit yang menjadi menebal, akan menyebabkan sumbatan lebih mudah terjadi, akibatnya risiko terjadinya jerawat akan lebih besar. 

Pada orang berkulit sawo matang, biasanya bila banyak berjemur, yang akan terjadi adalah sun tanning. Warna kulit akan menjadi lebih coklat gelap. Pada mereka yang berjerawat, warna kulit yang menjadi lebih gelap, seakan-akan menyamarkan jerawat yang ada. Sehingga, kondisi jerawat seakan-akan membaik. Namun, bila pajanan matahari itu menjadi berlebihan, maka nonvisible changesyang telah dijelaskan di atas, akan mulai memicu pembentukan jerawat menjadi lebih banyak.

Yang perlu diketahui adalah pada orang yang berobat ke dokter untuk mengatasi masalah jerawat, biasanya akan mendapatkan antibiotik golongan tetrasiklin (antibiotik pilihan untuk jerawat). Masalahnya, doksisiklin dan minosiklin, golongan tetrasiklin yang sering digunakan, umumnya bersifat photosensitive, menyebabkan kulit menjadi lebih cepat mejadi merah dan sensitive terhadap sinar matahari. Bila hal ini terjadi, jerawat akan menjadi lebih kemerahan, tampak lebih parah. Sebaiknya hindari sinar matahari bila anda mengkonsumsi obat-obat tersebut.

Pengaruh matahari pada jerawat agak menyulitkan pengobatan jerawat. Sebagian besar tabir surya bersifat komedogenik, merangsang munculnya komedo, dan sering menyebabkan muka semakin berminyak. Penggunaan tabir surya pada kondisi jerawat sebaiknya disertai dengan pemilihan tabir surya berbahan dasar gel, yang kurang komedogenik.

Semoga penjelasan ini membantu menambah wawasan member dokter siaga..


dr. Yolanda

Keep Smart Keep Beauty