Tentu saja jawaban tegas saya adalah, "Tidak". Karena berbicara permasalahan sektor kesehatan, maka tidak jauh berbeda dengan sektor-sektor yang lain. Semua adalah suatu "Sistem". Dalam sistem secara umum terbagi dalam 3 kepemimpinan yaitu kepemimpinan puncak ("top level of management"), menengah ("middle level of management") dan pelaksana lapangan ("operational level of management").

Menteri Kesehatan adalah seorang pemimpin dari "top level of management", dengan demikian hanyalah salah satu unsur/ level dalam sistem manajemen secara umum. Melihat gambaran ini, tentu saja pergantian unsur ini tidak akan langsung merubah sistem itu sendiri. Perubahan sistem secara keseluruhan dalam teori akan dapat terjadi jika terjadi perubahan dalam semua level kepemimpinan, dalam artian sampai pada level manajer pelaksana/ operasional. Dengan demikian pergantian Menteri Kesehatan akan percuma jika tidak diikuti dengan pergantian sampai pada level manajer-manajer pelaksana. Jika dilihat pada struktur Kementerian Kesehatan, para pelaksana ini adalah para Direktur-direktur Rumah Sakit Vertikal, Kepala Balai dan Unit Vertikal di Provinsi dan tentu saja para Kepala atau Komite Program reguler maupun khusus dari Kementerian Kesehatan.

Jadi melihat kompleksitas tersebut di atas, maka apakah saat ini tidak dapat dilakukan pergantian Menteri Kesehatan? Jawaban saya adalah "Dapat". Dengan syarat figur Menteri yang baru adalah figur yang tegas atau berani mengambil tindakan yang cepat dan tepat, memiliki kemampuan koordinasi lintas sektoral dan kemampuan lobi vertikal secara obyektif (berbasis data dan fakta) kepada atasannya, yaitu Presiden. Juga memiliki pengalaman dan kemampuan di tingkat lapangan atau memiliki pengalaman yang nyata dan luas pada pelayanan kesehatan tingkat pertama ataupun di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK). Yang juga sangat penting adalah memiliki kemampuan dan keberanian mengganti semua figur kepemimpinan baik yang termasuk bagian dari "top level", level menengah maupun pada tataran teknis atau operasional yang secara kinerja tidak mencapai target minimal. Dimana semua hal yang saya sebutkan tadi, tidak dimiliki oleh Menteri Kesehatan saat ini.

Jadi apakah saat ini perlu pergantian Menteri Kesehatan? Jika dapat membaca dengan jeli dan cermat, maka jawabannya sudah sangat jelas tertulis di atas. Lalu apakah saat ini Indonesia memiliki figur yang tepat dan memenuhi kriteria seperti diharapkan di atas? Jawabannya adalah, "Sangat banyak". Lalu siapakah itu? Dengan penuh kerendahan hati, jawabannya adalah, "Hanya Bapak Presiden yang tahu". Semoga.

Salam Perjuangan!

James Allan Rarung
Aktivis dan Praktisi Kesehatan Indonesia

Sumber gambar : newsmedia.co.id