Menyusui anak yang baru lahir dengan air susu ibu (ASI) adalah tindakan alami yang harus dilakukan setiap ibu. Meski demikian, menyusui bisa menjadi hal yang tidak mudah bila tanpa pengetahuan dan dukungan lingkungan untuk menyukseskan pemberian ASI pada bayi.
Untuk mencapai kesuksesan pemberian ASI, salah satu hal yang perlu diketahui adalah cara dan tahapan minum ASI yang benar oleh bayi, ada tiga cara dan tahap standar pemberian ASI, dari awal pemberian ASI hingga setelah ASI eksklusif. Berikut adalah tahapannya.
Inisiasi menyusu dini (IMD)
Pelekatan bayi untuk mendapatkan ASI pertamanya dalam kurun waktu 1 jam setelah di lahirkan. IMD juga penting karena ASI pertama yang keluar mengandung kolostrum yang mengandung zat kekebalan tubuh dan faktor pelindung lainnya bagi bayi. Beberapa masyarakat menganggap cairan kuning yang keluar dari payudara adalah kotoran yang harus dibuang, padahal itu adalah zat yang penting dan bermanfaat bagi bayi. Kolostrum hanya keluar sekali dan tidak terdapat dalam susu formula atau makanan apapun.
ASI Eksklusif
Setelah IMD di hari pertama setelah kelahiran, ibu harus mempersiapkan pemberian ASI eksklusif hingga anak berusia enam bulan. Pada tahapan ini, anak tidak boleh diberi asupan selain ASI, seperti air putih, susu formula, bubur susu, atau makanan lain. Cukup memberikan ASI saja bagi bayi usia 0 - 6 bulan.
Makanan pendamping ASI (MPASI)
Mulai dari usia enam bulan, bayi butuh diberikan makanan pendamping ASI, yang banyak sekali bentuknya. Pada tahap ini, anak boleh diperkenalkan makanan lunak dengan ASI sebagai makanan utama bayi dan makanan yang diberikan harus secara bertahap disesuaikan dengan usia bayi, hingga ia bisa makan makanan keluarga saat usia lebih dari satu tahun. Pemberian MPASI dan ASI perlu diteruskan sampai usia anak dua tahun atau lebih.
